Kunjungan Kerja Kepala BNN ke Kota Minyak

_DSC0053

Kepala BNN RI, Anang Iskandar mengadakan kunjungan kerja di kota Balikpapan yang dikenal sebagai Kota Minyak, sabtu (24/8). Selain bersilahturahmi, kunjungan ini juga untuk meningkatkan semangat kerja para pegawai di lingkungan Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Balikpapan dalam upaya mensinergikan implementasi program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).

Kunjungan kerja kali ini merupakan kunjungan ke dua Kepala BNN, Anang Iskandar ke Badan Narkotika Nasional Propinsi Samarinda dan Kantor Gubernur Pemerintahan Daerah Kalimantan Timur sejak Juli 2013 lalu.

Kali ini, Kepala BNN selain mengecek kesiapan operasional kantor yang sudah menjadi instansi vertikal di bawah BNN Pusat, yang sebelumnya masih berada di bawah pemerintah kota Balikpapan. Pada kesempatan ini Kepala BNN memberikan motivasi semangat kerja kepada seluruh staf di lingkungan BNNK Balikpapan. Pegawai diharapkan bisa melayani masyarakat dan menunjukan keteladanan serta kejujuran dalam melaksakan tugas pelayanan yang terbaik kepada masyarakat.

Di hadapan media yang hadir Kepala BNN menyebutkan bahwa, pemberantasan dan pencegahan narkoba, bukan hanya tanggung jawab BNN, karena sesuai instruksi presiden pemberantasan dan pencegahan Narkoba menjadi tanggung jawab semua daerah dan seluruh komponen masyarakat. “Semua sebenarnya dapat melakukan kegiatan karena berdasarkan instruksi presiden, semua kabupaten/kota dapat melakukan, dapat menjadi pelaku, subyek pencegahan, rehabilitasi, juga membantu pemberantasan, semua komponen termasuk masyarakat secara individu”.

Untuk itu, Kepala BNN mendorong supaya rehabilitasi medis dan sosial, baik di tingkat pusat maupun Propinsi, Kab/Kota lebih dioptimalkan. Menyelaraskan antara rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial, dan pasca rehabilitasi, “Membangun sistem informasi yang terintegrasi, sesuai aturan yang berlaku. Memberdayakan potensi yang dimiliki oleh TNI/Polri, Instansi Pemerintah lainnya dan swasta dalam proses rehabilitasi. Mengoptimalkan Lapas sebagai tempat rehabilitasi dan pembudayaan masyarakat untuk secara sukarela melaporkan diri,” ungkap Kepala BNN.

Kondisi sekarang ini BNNK kota Balikpapan merupakan 100 yang sudah beroperasi dari sekitar 500 kota di Indonesia yang direncanakan segera akan vertikal dengan BNN Pusat. Sementara itu, Kepala BNNK Balikpapan, I Ketut Rasna menyampaikan singkat mengenai dinamika organisasi bahwa Jumlah personel yang ada saat ini terdapat 14 orang terdiri dari, 8 orang personel Pegawai Negeri Sipil dan 6 orang Tenaga kerja Kontrak. Ada beberapa kendala yang dihadapi BNNK, salah satunya adalah  kurangnya SDM terutama tenaga bantuan dari Kepolisian daerah, tenaga Medis dan Sosial  serta beberapa jabatan struktural yang masih belum terisi.

 

Pada pertemuan yang dilaksanakan di ruang rapat BNNK Balikpapan  turut hadir Kepala BNNP Samarinda serta segenap keluarga besar BNNK Balikpapan dan Media.

Leave a Comment

Feel free to leave us a comment. Just simply enter the form below and click Submit.